Pembinaan Penyelenggaraan Statistik Sektoral Kota Malang
Materi Bahasan : Pembinaan Penyelenggaraan Statistik Sektoral


Acara pembinaan Statistik Sektoral dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Kota Malang, Bapak Umar Sjaifudin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pelaksanaan pembinaan Statistik Sektoral yang harus tetap dilaksanakan secara berkelanjutan, meskipun pada tahun 2025 penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) tidak dilakukan. Beliau juga menekankan bahwa kolaborasi yang telah terjalin antara BPS dengan Pemerintah Kota Malang harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan, karena peningkatan kualitas kegiatan statistik sektoral tidak akan tercapai tanpa adanya kerja sama yang baik.
Selanjutnya, materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah mengenai Kualitas Data, yang disampaikan oleh Heru Kartiko, SST. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kualitas data merupakan salah satu dimensi penting dalam penilaian statistik sektoral, dengan bobot nilai sebesar 24%. Dimensi kualitas data ini terdiri dari lima aspek utama.
Pertama, aspek Relevansi (21%) mengukur sejauh mana data statistik dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Bukti dukung untuk aspek ini mencakup laporan kegiatan, Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kedua, aspek Akurasi (16%) menilai kemampuan data dalam menggambarkan fenomena secara tepat, yang dapat didukung dengan dokumentasi rule validasi, laporan supervisi akurasi data, dan SOP pemeriksaan data.
Ketiga, aspek Aktualitas dan Ketepatan Waktu (21%) meliputi dua hal: aktualitas, yaitu kecepatan data tersedia bagi pengguna setelah periode pengumpulan data selesai; dan ketepatan waktu, yaitu kesesuaian antara jadwal rilis data dengan waktu yang dijanjikan. Kedua indikator ini penting untuk memastikan bahwa pengguna menerima informasi secara tepat dan cepat sesuai kebutuhan.
Keempat, aspek Aksesibilitas (21%) mencakup ketersediaan data beserta metadatanya untuk berbagai keperluan seperti perencanaan pembangunan, evaluasi, dan penelitian. Ini juga mencakup keberagaman media penyebarluasan data dan format data yang ramah pengguna. Terakhir, aspek Keterbandingan dan Konsistensi (21%) menilai kemampuan data untuk dibandingkan antar waktu dan antar wilayah serta konsistensi hasil data dari berbagai sumber.


Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan pemahaman dan praktik penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kota Malang semakin meningkat dan terstandarisasi, sehingga kualitas data yang dihasilkan mampu mendukung pengambilan kebijakan yang tepat dan berbasis data.
